Halaman

Sabtu, 13 September 2014

Akreditasi

              Akreditasi sangat penting untuk sekolah, khususnya kampus atau universitas yang ada di Indonesia. kenapa bisa penting? karena kampus tanpa akreditasi akan berdampak bagi kampus itu sendiri bahkan para lulusannya. Tanpa akreditasi suatu perguruan tinggi bahkan tidak diperbolehkan mengeluarkan ijazah bagi lulusannya. Nilai akreditasi ada tiga yang saya ketahui yaitu A, B, dan C.
      Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang melakukan akreditasi? Institusi yang berhak melakukan akreditasi adalah BAN-PT melalui orang yang berkompeten terhadap menilai perguruan tinggi. pertanyaan berikutnya siapa yang berkompeten? dia adalah pejabat atau mantan pejabat struktural dari perguruan tinggi yang nilai akreditasi perguruan tingginya A. mereka dianggap kompeten karena mengetahui segala seluk beluk dan dokumen yang diperlukan untuk mencapai nilai A.
     Proses akreditasi dimulai dari mengirimkan laporan yang biasa disebut borang ke BAN-PT dan kemudian jika di laporan tersebut dianggap kurang meyakinkan untuk mendapat suatu nilai, maka asesor (penilai) datang ke perguruan tinggi yang dinilai untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan laporan yang dianggap kurang tersebut. Tujuannya adalah untuk mendapat keyakinan bahwa apa yang ada dilaporan tersebut benar adanya dengan didukung bukti dokumen yang berkaitan. Setelah itu baru baru direvisi nilai tiap bagian sesuai dengan apa yang didapat dari hasil penilaian fisik tersebut.

sementara itu yang saya ketahui, untuk lebih detailnya kapan-kapan saya buat rinciannya

Sabtu, 25 Januari 2014

Jurnal Penyesuaian

Karakteristik Proses Penyesuaian
            Ketika seorang akuntan menyiapkan laporan keuangan, ia berasumsi bahwa masa ekonomis perusahaan dapat dibagi ke dalam periode waktu. Dalam akuntansi berbasis akrual (accrual basis of accounting), pendapatan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode saat pendapatan tersebut dihasilkan. Sebagai contoh, pendapatan harus dilaporkan pada saat barang atau jasa telah diberikan kepada pelanggan. Konsep yang mendukung pencatatan pendapatan seperti ini disebut konsep pengakuan pendapatan.
            Pada akuntansi berbasis akrual, beban yang dilaporkan pada periode yang sama dengan pendapatan yang terkait dengan beban tersebut. Sebagai contoh, gaji karyawan dilaporkan sebagai beban pada periode saat karyawan menyediakan jasa untuk pelanggan, yang tidak harus sama waktunya dengan saat dibayarkan.
            Selain berdasarkan akuntansi berbasis akrual dalam pencatatan akuntansi, ada juga berbasis kas. Dalam akuntansi berbasis kas, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada suatu periode ketika kas diterima atau saat dikeluarkan. Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan ketika kas diterima dari klien, sementara gaji dilaporkan saat kas dibayarkan kepada karyawan.

Proses Penyesuaian
Pada akhir periode akuntansi, banyak saldo akun di buku besar yang dapat dilaporkan tanpa perubahan apapun dalam laporan keuangan. Meskipun begitu, pada akuntansi berbasis akrual beberapa akun dalam buku besar memerlukan pemutakhiran (updating).  Analisis dan pemutakhiran akun-akun pada akhir periode sebelum laporan keuangan disiapkan disebut dengan proses penyesuaian (adjusting process). Sedangkan ayat jurnal yang memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut dengan ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries).
Jenis Akun yang Memerlukan Penyesuaian
            Ada empat akun yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian. Golongan pertama adalah golongan yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal, yaitu beban dibayar dimuka (prepaid expense) dan pendapatan diterima dimuka (unearned revenues). Golongan ini sering disebut dengan akun tangguhan (deferral). Golongan kedua adalah golongan yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas dibelakang, yaitu akruan pendapatan (accrued revenues) dan akruan beban (accrued expense).
            Beban dibayar dimuka (prepaid expense) yang kadang disebut juga beban yang ditangguhkan (deffered expense) adalah akun yang awalnya dicatat sebagai aset karena kasnya telah dibayarkan, padahal jasa atau barangnya belum diterima. Aset ini kemudian berubah menjadi beban seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Bahan habis pakai (supplies), sewa dibayar dimuka, dan asuransi dibayar dimuka adalah dua contoh beban dibayar dimuka yang memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi.
            Pendapatan diterima dimuka (unearned revenues), kadang disebut juga pendapatan yang ditangguhkan (deffered revenues) adalah akun yang awalnya dicatat sebagai kewajiban karena kasnya telah diterima dimuka padahal jasa atau barangnya belum diberikan kepada pelanggan. Kewajiban ini berubah menjadi pendapatan seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Contoh pendapatan diterima dimuka dan sewa diterima dimuka. Contoh transaksi yang masuk sebagai pendapatan diterima dimuka adalah menerima pendapatan dimuka atas pesanan barang yang terjadi dibulan yang akan datang.
            Akruan pendapatan (accrued revenues) atau piutang pendapatan adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tetapi belum dicatat di akun pendapatan. Contohnya adalah imbalan jasa yang telah diberikan oleh seorang pengacara, namun belum ditagihkan ke kliennya pada akhir periode.
            Akruan beban (accrued expense) atau beban yang masih harus dibayar adalah beban yang telah terjadi tetapi belum dicatat ke akun beban. Contoh akruan beban adalah utang gaji kepada karyawan pada akhir periode, contoh lain utang bunga wesel, utang bunga, dan utang pajak.

Mencatat Ayat Jurnal Penyesuaian
Beban dibayar dimuka
Saldo akun bahan habis pakai SolusiNet pada trial balance sebelum penyesuaian adalah Rp2.000.000. sebagian bahan habis pakai digunakan selama bulan desember, dan masih ada sisa bahan habis pakai yang belum terpakai. Jika diasumsikan pada tanggal 31 desember sisa bahan habis pakai sebesar Rp 760.000, jumlah yang akan dipindahkan dari akun aset kea kun beban adalah Rp 1.240.000 yang dihitung sebagai berikut:
Bahan habis pakai sebelum penyesuaian            Rp 2.000.000
Sisa bahan habis pakai                             Rp 760.000
bahan habis pakai yang digunakan                     Rp 1.240.000
pada jurnal penyesuaian, prinsip utama pencatatan dalam beban dibayar dimuka adalah “yang sudah digunakan”, sehingga jurnal yang dibuat untuk kasus tersebut adalah:
beban bahan habis pakai                   Rp 1.240.000
            bahan habis pakai                              Rp 1.240.000
Pendapatan diterima dimuka
Berdasarkan daftar saldo (trial balance) sebelum penyesuaian, saldo aun Sewa Diterima dimuka adalah Rp 360.000. Saldo ini mencerminkan penerimaan sewa tiga bulan dari 1 Desember, januari, dan februari. Karena pembuatan laporan keuangan terjadi di akhrir bulan desember, maka sewa diterima dimuka yang harus diakui sebagai pendapatan adalah satu bulan mulai dari 1 desember sampai dengan 31 desember yaitu sebesar Rp 120.000 (Rp 360.000 : 3 bln = Rp120.000/bln). Jika dicatat dalam jurnal penyesuaian maka :
Pendapatan sewa diterima dimuka               Rp 120.000
            Pendapatan jasa                                                                     Rp 120.000
Prinsip utama dalam pendapatan diterima dimuka ini sama seperti dengan beban diterima dimuka, yaitu pendapatan yang dicatat adalah pendapatan yang sudah diakui sesuai dengan yang sudah terjadi. Dalam kasus diatas, pendapatan yang sudah terjadi adalah selama satu bulan saja.
Akruan pendapatan
Selama satu periode akuntansi, sebagian pendapatan dicatat hanya saat kas diterima, jadi pada akhir periode, ada akun pendapatan yang telah dihasilkan tetapi belum dicatat. Untuk kasus ini, jumlah pendapatan tersebut perlu dicatat dengan mendebit akun aset dan mengkredit akun pendapatan.
Contohnya, diasumsikan SolusiNet menandatangani perjanjian dengan perusahaan Rahmat pada tanggal 15 Desember. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa SolusiNet akan menyediakan jasa konsultasi computer melalui telepon dan memberikan bantuan pada karyawan Rahmat. Jasa yang disediakan akan ditagihkan kepada rahmat pada tanggal 15 setiap bulan dengan biaya Rp20.000 per jam. Per 31 desember, SolusiNet telah memberikan 25 jam jasa konsultasi pada perusahaan Rahmat. Meskipun pendapatan sebesar Rp 500.000 (25 jam x Rp20.000) akan ditagihkan ke perusahaan Rahmat pada tanggal 15 Januari, SolusiNet harus mengakui pendapatan pada bulan Desember tersebut. Sehingga ayat jurnal penyesuaian untuk kasus ini adalah :
Piutang Usaha                                    Rp 500.000
            Pendapatan jasa                                 Rp 500.000
Pada kasus tersebut akun yang didebit adalah piutang usaha, hal ini terjadi karena perusahaan beum menerima kas, kas baru akan diterima pada tanggal 15 januari sehingga akun yang tepat untuk mencatat aset perusahaan adalah Piutang Usaha.
Akruan beban
Beberapa jenis jasa, seperti asuransi, biasanya dibayar sebelum digunakan. Pembayaran di muka ini merupakan beban yang ditangguhkan (deferral). Jenis jasa lainnya dibayar setelah digunakan. Sebagai contoh, beban gaji diakumulasikan per jam dan per hari, namun pembayaran mungkin dilakukan secara mingguan, dua mingguan, atau bahkan bulanan. Jumlah beban gaji yang terjadi, namun masih terutang di akhir periode akuntansi merupakan beban sekaligus kewajiban. Jika hari terakhir dari periode pembayaran gaji bukan merupakan har terakhir periode akuntansi, beban gaji yang terjadi dan kewajiban yang terkait harus dicatat menggunakan ayat jurnal penyesuaian.
            Contoh kasus, pada bulan desember utang gaji yang harus dicatat untuk SolusiNet adalah Rp250.000. Jumlah ini adalah beban tambahan di bulan Desember dan didebit pada akun beban gaji. Jumlah ini merupakan kewajiban pada tanggal 31 Desember dan dikrdit pada Utang Gaji. Ayat penyesuaian dan akun T-nya adalah sebagai berikut:
Beban Gaji                 250.000
Utang Gaji                  250.000
Beban Penyusutan
Sumber daya fisik yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan bersifat permanen atau memiliki masa kegunaan yang panjang dinamakan ast tetap (fixed assets atau plant assets). Contoh aset tetap adalah peralatan, seperti: meja , kursi, koputer, dll. Namun seiring berlalunya waktu, peralatan akan kehilangan kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi peggunanya. Penurunan manfaat ini disebut penyusutan atau depresiasi (depreciation).
Semua aset kecuali tanah akan kehilangan manfaatya dan sulit untuk diukur. Penurunan manfaat aset yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan dicatat sebagai beban. Karena alas an itulah, sebagaian dari biaya aset etap dicatat sebagai beban setiap tahun sepanjang masa manfaatnya. Beban periodic ini disebut beban penyusutan (depreciation expense).
Contoh kasus; ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan bulan Desember SolusiNet digambarkan dalam ayat jurnal dan akun T berikut. Estimasi besarnya penyusutan untuk bulan tersebut diasumsikan Rp50.000
Beban Penyusutan                                      50.000
Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor             50.000

Senin, 18 November 2013

Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Siklus akuntansi terdiri dari:
1.      Tahap Pencatatan
a.       Pembuatan dan penerimaan bukti transaksi
b.      Pencatatan dalam jurnal
c.       Posting ke buku besar
2.      Tahap Pengikhtisaran
a.       Pembuatan neraca saldo (trial balance)
b.      Pembuatan neraca lajur/kertas kerja (worksheet) da jurnal penyesuaian (adjustment)
c.       Penyusunan laporan keuangan
d.      Pembuatan jurnal penutup (closing entries)
e.       Pembuatan neraca saldo jurnal penutup
f.        Pembuatan jurnal pembalik (reversing entries)
Bukti Transaksi
Bukti transaksi adalah dokumen bukti bawah benar-benar telah terjadi transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Bentuk bukti transaksi ada banyak, diantaranya faktur penjualan, faktur pembelian, bukti pembayaran kas, bukti penerimaan kas, nota, dan lain-lain. Bukti transaksi ini adalah awal dari pencatatan akuntansi, atau dasar pembuatan jurnal, yang akhirnya dilaporkan perusahaan di dalam laporan keuangan.
Menggunakan Akun untuk mencatat transaksi
System akuntansi dirancang untuk menunjukkan kenaikan dan penurunan di setiap pos laporan keuangan sebagai catatan terpisah. Catatan ini disebut akun (account). Ada juga yang menyebutnya dengan rekening. Nama akun sebenarnya adalah sama dengan nama-nama pos yang ada pada persamaan akuntansi. Contoh nama akun antara lain: kas, piutang usaha, sewa dibayar dimuka, perlengkapan/bahan habis pakai (Supplies), peralatan, tanah, gedung, kendaraan, mesin, utang usaha, utang wesel, utang obligasi, modal pemilik, laba ditahan, prive, pendapatan, beban-beban, dll.
Suatu akun yang paling sederhana memiliki tiga bagian, yaitu judul akun, debit dan kredit. Bentuk akun yang paling sederhana ini biasa disebut dengan akun T.
Nama Akun
sisi kiri
sis kanan
(disebut debit)
(disebut kredit)




Menganalisis dan Merangkum Transaksi ke Jurnal
Tahap yang paling awal dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan adalah membuat jurnal berdasarkan bukti transaksi yang ada. Sedangkan proses untuk membuat jurnal disebut dengan menjurnal. Sebelum memasukkan ke dalam jurnal umum, sebenarnya ada pedoman apakah masuk ke kolom debit atau kolom kredit transaksi yang terjadi terjadi tersebut. Berikut pedoman-pedoman pencatatan debit dan kredit dalam pembuatan jurnal:
1.      Semua akun yang termasuk dalam aset saldo normalnya ada di debit. Jika bertambah juga dicatat di sisi debit, dan jika berkurang maka di catat di sisi kredit.
2.      Semua akun yang termasuk dalam kewajiban saldo normalnya adalah kredit. jika bertambah dicatat di kredit, dan jika berkurang dicatat disisi debit.
3.      Semua akun yang termasuk ke dalam Ekuitas saldo normalnya dalah kredit,jika bertambah dicatat di sisi kredit, dan jika berkurang dicatat disi debit. Akan tetapi ada pengecualian untuk akun-akun khusus seperti akun prive, dan dividen saldo normalnya adalah debit, jika bertambah juga dicatat di sisi debit dan jika berkurang dicatat di sisi kredit.
4.      Akun yang ada di laporan laba rugi (pendapatan dan beban) juga dicatat berbeda di dalam jurnal. Akun pendapatan saldo nomalnya adalah kredit, jika bertambah juga dicatat di kredit, dan jika berkurang dicatat disisi debit. Untuk akun beban saldo normalnya adalah debit, jika bertambah juga dicatat di debit, dan jika berkurang maka dicatat di sisi kredit.
Ringkasan yang lebih memudahkan dalam memahami penjelasan tentang debit atau kredit akun-akun dalam akuntansi akan digambarkan sebagai berikut:
Debit                                                                         Kredit
Aset                             =          Kewajiban                    +          Ekuitas Pemilik
(+) Kas                                                (+) utang usaha             (+) modal pemilik
(+) Piutang usaha                                  (+) utang wesel             (+) laba ditahan
(+) sewa dibayar dimuka                      (+) utang obligasi                      (-) prive
(+) asuransi dibayar dimuka                  (+) dan utang lain-lain,dll           (-) dividen
(+) perlengkapan                                                                                  (+) pendapatan
(+) peralatan                                                                                         (-) beban
(+) gedung
(+) tanah
(+) mesin
(+) kendaraan, dll
Keterangan:
Semua akun yang bertanda positif (+), maksudnya berpengaruh positif, dan jika bertambah dicatat sesuai dengan keterangan diatasnya. Contohnya: akun kas bertanda (+) dan berada di bawah debit, hal itu berarti saldo normal dan jika bertambah akan dicatat di sisi debit, dan jika berkurang dicatat disisi kredit. Untuk saldo utang usaha juga bertanda positif (+), namun karena utang usaha tersebut berada di bawah kredit, maka saldo utang usaha saldo normal dan jika bertambah akan dicatat pada sisi kredit. Untuk akun prive, dividen, dan beban bertanda negative (-). Karena ketiga akun tersebut berada di bawah kredit, itu artinya ketiga akun tersebut kebalikan dari saldo normalnya, atau dengan kata lain jika ketiga akun tersebut bertambah akan dicatat di sebelah debit.
Sekarang kita lihat contoh transaksi berikut!
Contoh transaksi: tanggal 1 januari 2012 Joko Winarno menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan senilai Rp 50.000.000.
Didalam transaksi diatas, dapat kita ketahui bahwa uang kas perusahaan bertambah, dan modal pemilik juga bertambah. Sesuai dengan pedoman diatas, kas jika bertambah dicatat di sebelah debit. Akun modal pemilik juga bertambah akan tetapi sesuai dengan pedoman pada diatas, saldo modal pemilik jika bertambah maka dicatat di sisi kredit. Jika dimasukkan ke dalam jurnal umum, maka pencatatannya menjadi:
Jurnal Umum
Tgl
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
1 Januari 2012
Kas
       Modal Pemilik

Rp 50.000.000

Rp 50.000.000


Memindahbukukan (Posting) Ayat Jurnal ke Buku Besar
Seperti yang telah dibahas diatas, suatu transaksi pertama kali dicatat ke dalam jurnal. Setelah semua transaksi dicatat ke jurnal, tahap selanjutnya adalah memposting ke dalam buku besar. Posting ke buku besar adalah memindahkan hasil jurnal umum kedalam setiap akun yang bersangkutan. Bentuk kolom buku besar ada beberapa, yang paling mudah adalah bentuk T. berikut beberapa contoh bentuk kolom buku besar :
1.      Bentuk T
                  Nama Akun               no:
sisi kiri
sis kanan
(disebut debit)
(disebut kredit)



2.      Bentuk 4 Kolom
Nama Akun                                                                  No.
Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit










3.      Bentuk 6 kolom
Tgl
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
Saldo

Karena posting ke buku besar ini datanya berasal dari jurnal umum, maka buku besar ini tidak bisa dibuat sebelum membuat jurnal umum. Dalam memposting, langkah-langkah yang harus dilakukan akan dijelaskan ke dalam contoh sebagai berikut:
Tanggal 1 januari 2012 Joko Winarno menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan senilai Rp 50.000.000.
Langkah 1 : buat jurnal umumnya seperti yang sudah dijelaskan diatas, yaitu dengan mendebit kas, dan mengkredit modal pemilik sebesar Rp 50.000.000,-
Tgl
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
1 Januari 2012
Kas
       Modal Pemilik

Rp 50.000.000

Rp 50.000.000

Langkah 2 : buat kolom untuk akun kas, pada contoh ini penulis menggunakan bentuk T, masukkan angka pada kas tersebut sesuai dengan kolomnya. Jika pada jurnal umum di debit, di buku besar juga harus dicatat di debit, dan sebaliknya.
KAS
50.000.000



Langkah 3 : buat juga kolom buku besar untuk akun modal pemilik. Isi kolom tersebut sesuai dengan yang dilakukan pada kas. Maka hasilnya akan seperti ini.
Modal pemilik
50.000.000



Langkah 4 : lakukan hal yang sama setiap akun yang ada di dalam jurnal umum. Apabila semua sudah dimasukkan, hitunglah saldo total setiap akun. Karena pada contoh soal hanya ada satu akun maka saldonya seperti dibawah ini.
KAS
50.000.000
 Saldo 50.000.000

Modal pemilik
50.000.000
 saldo
50.000.000

Daftar Saldo
Langkah selanjutnya setelah membuat buku besar adalah merangkumnya ke dalam daftar saldo atau lebih dikenal dengan trial balance. Pada daftar saldo ini, semua akun yang sudah ada di buku besar dan sudah ada saldonya kemudian dipindahkan ke dalam daftar saldo tersebut. Yang dipindahkan ke dalam daftar saldo ini ada hanya nama akun dan saldo akhir tiap akunnya. Prinsip pada daftar saldo ini sama seperti persamaan akuntansi yaitu saldo akhir debit harus sama dengan saldo kreditnya. Jika berbeda maka hasil kerjaan anda salah. Daftar saldo dibuat tiap akhir bulan, akhir triwulan, dan atau akhir periode akuntansi. Berikut contoh daftar saldo berdasarkan contoh soal diatas:
PT. A
Daftar Saldo (Trial Balance)
31 Januari 2012
tanggal
Keterangan
Debit
Kredit
31 Des
kas
50.000.000


Piutang usaha



Bahan habis pakai



Asuransi dibayar dimuka



Beban sewa dibayar dimuka



Peralatan



Tanah



Gedung



Kendaraan



Mesin



Utang usaha



Utang wesel



Utang obligasi



Modal pemilik

50.000.000

Laba ditahan



Prive



Dividen



Pendapatan



Beban gaji



Beban sewa



Beban bahan habis pakai (perlengkapan)



Beban Utilitas



Beban lain-lain



SALDO
50.000.000
50.000.000