Halaman

Senin, 18 November 2013

Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Siklus akuntansi terdiri dari:
1.      Tahap Pencatatan
a.       Pembuatan dan penerimaan bukti transaksi
b.      Pencatatan dalam jurnal
c.       Posting ke buku besar
2.      Tahap Pengikhtisaran
a.       Pembuatan neraca saldo (trial balance)
b.      Pembuatan neraca lajur/kertas kerja (worksheet) da jurnal penyesuaian (adjustment)
c.       Penyusunan laporan keuangan
d.      Pembuatan jurnal penutup (closing entries)
e.       Pembuatan neraca saldo jurnal penutup
f.        Pembuatan jurnal pembalik (reversing entries)
Bukti Transaksi
Bukti transaksi adalah dokumen bukti bawah benar-benar telah terjadi transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Bentuk bukti transaksi ada banyak, diantaranya faktur penjualan, faktur pembelian, bukti pembayaran kas, bukti penerimaan kas, nota, dan lain-lain. Bukti transaksi ini adalah awal dari pencatatan akuntansi, atau dasar pembuatan jurnal, yang akhirnya dilaporkan perusahaan di dalam laporan keuangan.
Menggunakan Akun untuk mencatat transaksi
System akuntansi dirancang untuk menunjukkan kenaikan dan penurunan di setiap pos laporan keuangan sebagai catatan terpisah. Catatan ini disebut akun (account). Ada juga yang menyebutnya dengan rekening. Nama akun sebenarnya adalah sama dengan nama-nama pos yang ada pada persamaan akuntansi. Contoh nama akun antara lain: kas, piutang usaha, sewa dibayar dimuka, perlengkapan/bahan habis pakai (Supplies), peralatan, tanah, gedung, kendaraan, mesin, utang usaha, utang wesel, utang obligasi, modal pemilik, laba ditahan, prive, pendapatan, beban-beban, dll.
Suatu akun yang paling sederhana memiliki tiga bagian, yaitu judul akun, debit dan kredit. Bentuk akun yang paling sederhana ini biasa disebut dengan akun T.
Nama Akun
sisi kiri
sis kanan
(disebut debit)
(disebut kredit)




Menganalisis dan Merangkum Transaksi ke Jurnal
Tahap yang paling awal dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan adalah membuat jurnal berdasarkan bukti transaksi yang ada. Sedangkan proses untuk membuat jurnal disebut dengan menjurnal. Sebelum memasukkan ke dalam jurnal umum, sebenarnya ada pedoman apakah masuk ke kolom debit atau kolom kredit transaksi yang terjadi terjadi tersebut. Berikut pedoman-pedoman pencatatan debit dan kredit dalam pembuatan jurnal:
1.      Semua akun yang termasuk dalam aset saldo normalnya ada di debit. Jika bertambah juga dicatat di sisi debit, dan jika berkurang maka di catat di sisi kredit.
2.      Semua akun yang termasuk dalam kewajiban saldo normalnya adalah kredit. jika bertambah dicatat di kredit, dan jika berkurang dicatat disisi debit.
3.      Semua akun yang termasuk ke dalam Ekuitas saldo normalnya dalah kredit,jika bertambah dicatat di sisi kredit, dan jika berkurang dicatat disi debit. Akan tetapi ada pengecualian untuk akun-akun khusus seperti akun prive, dan dividen saldo normalnya adalah debit, jika bertambah juga dicatat di sisi debit dan jika berkurang dicatat di sisi kredit.
4.      Akun yang ada di laporan laba rugi (pendapatan dan beban) juga dicatat berbeda di dalam jurnal. Akun pendapatan saldo nomalnya adalah kredit, jika bertambah juga dicatat di kredit, dan jika berkurang dicatat disisi debit. Untuk akun beban saldo normalnya adalah debit, jika bertambah juga dicatat di debit, dan jika berkurang maka dicatat di sisi kredit.
Ringkasan yang lebih memudahkan dalam memahami penjelasan tentang debit atau kredit akun-akun dalam akuntansi akan digambarkan sebagai berikut:
Debit                                                                         Kredit
Aset                             =          Kewajiban                    +          Ekuitas Pemilik
(+) Kas                                                (+) utang usaha             (+) modal pemilik
(+) Piutang usaha                                  (+) utang wesel             (+) laba ditahan
(+) sewa dibayar dimuka                      (+) utang obligasi                      (-) prive
(+) asuransi dibayar dimuka                  (+) dan utang lain-lain,dll           (-) dividen
(+) perlengkapan                                                                                  (+) pendapatan
(+) peralatan                                                                                         (-) beban
(+) gedung
(+) tanah
(+) mesin
(+) kendaraan, dll
Keterangan:
Semua akun yang bertanda positif (+), maksudnya berpengaruh positif, dan jika bertambah dicatat sesuai dengan keterangan diatasnya. Contohnya: akun kas bertanda (+) dan berada di bawah debit, hal itu berarti saldo normal dan jika bertambah akan dicatat di sisi debit, dan jika berkurang dicatat disisi kredit. Untuk saldo utang usaha juga bertanda positif (+), namun karena utang usaha tersebut berada di bawah kredit, maka saldo utang usaha saldo normal dan jika bertambah akan dicatat pada sisi kredit. Untuk akun prive, dividen, dan beban bertanda negative (-). Karena ketiga akun tersebut berada di bawah kredit, itu artinya ketiga akun tersebut kebalikan dari saldo normalnya, atau dengan kata lain jika ketiga akun tersebut bertambah akan dicatat di sebelah debit.
Sekarang kita lihat contoh transaksi berikut!
Contoh transaksi: tanggal 1 januari 2012 Joko Winarno menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan senilai Rp 50.000.000.
Didalam transaksi diatas, dapat kita ketahui bahwa uang kas perusahaan bertambah, dan modal pemilik juga bertambah. Sesuai dengan pedoman diatas, kas jika bertambah dicatat di sebelah debit. Akun modal pemilik juga bertambah akan tetapi sesuai dengan pedoman pada diatas, saldo modal pemilik jika bertambah maka dicatat di sisi kredit. Jika dimasukkan ke dalam jurnal umum, maka pencatatannya menjadi:
Jurnal Umum
Tgl
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
1 Januari 2012
Kas
       Modal Pemilik

Rp 50.000.000

Rp 50.000.000


Memindahbukukan (Posting) Ayat Jurnal ke Buku Besar
Seperti yang telah dibahas diatas, suatu transaksi pertama kali dicatat ke dalam jurnal. Setelah semua transaksi dicatat ke jurnal, tahap selanjutnya adalah memposting ke dalam buku besar. Posting ke buku besar adalah memindahkan hasil jurnal umum kedalam setiap akun yang bersangkutan. Bentuk kolom buku besar ada beberapa, yang paling mudah adalah bentuk T. berikut beberapa contoh bentuk kolom buku besar :
1.      Bentuk T
                  Nama Akun               no:
sisi kiri
sis kanan
(disebut debit)
(disebut kredit)



2.      Bentuk 4 Kolom
Nama Akun                                                                  No.
Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit










3.      Bentuk 6 kolom
Tgl
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
Saldo

Karena posting ke buku besar ini datanya berasal dari jurnal umum, maka buku besar ini tidak bisa dibuat sebelum membuat jurnal umum. Dalam memposting, langkah-langkah yang harus dilakukan akan dijelaskan ke dalam contoh sebagai berikut:
Tanggal 1 januari 2012 Joko Winarno menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan senilai Rp 50.000.000.
Langkah 1 : buat jurnal umumnya seperti yang sudah dijelaskan diatas, yaitu dengan mendebit kas, dan mengkredit modal pemilik sebesar Rp 50.000.000,-
Tgl
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
1 Januari 2012
Kas
       Modal Pemilik

Rp 50.000.000

Rp 50.000.000

Langkah 2 : buat kolom untuk akun kas, pada contoh ini penulis menggunakan bentuk T, masukkan angka pada kas tersebut sesuai dengan kolomnya. Jika pada jurnal umum di debit, di buku besar juga harus dicatat di debit, dan sebaliknya.
KAS
50.000.000



Langkah 3 : buat juga kolom buku besar untuk akun modal pemilik. Isi kolom tersebut sesuai dengan yang dilakukan pada kas. Maka hasilnya akan seperti ini.
Modal pemilik
50.000.000



Langkah 4 : lakukan hal yang sama setiap akun yang ada di dalam jurnal umum. Apabila semua sudah dimasukkan, hitunglah saldo total setiap akun. Karena pada contoh soal hanya ada satu akun maka saldonya seperti dibawah ini.
KAS
50.000.000
 Saldo 50.000.000

Modal pemilik
50.000.000
 saldo
50.000.000

Daftar Saldo
Langkah selanjutnya setelah membuat buku besar adalah merangkumnya ke dalam daftar saldo atau lebih dikenal dengan trial balance. Pada daftar saldo ini, semua akun yang sudah ada di buku besar dan sudah ada saldonya kemudian dipindahkan ke dalam daftar saldo tersebut. Yang dipindahkan ke dalam daftar saldo ini ada hanya nama akun dan saldo akhir tiap akunnya. Prinsip pada daftar saldo ini sama seperti persamaan akuntansi yaitu saldo akhir debit harus sama dengan saldo kreditnya. Jika berbeda maka hasil kerjaan anda salah. Daftar saldo dibuat tiap akhir bulan, akhir triwulan, dan atau akhir periode akuntansi. Berikut contoh daftar saldo berdasarkan contoh soal diatas:
PT. A
Daftar Saldo (Trial Balance)
31 Januari 2012
tanggal
Keterangan
Debit
Kredit
31 Des
kas
50.000.000


Piutang usaha



Bahan habis pakai



Asuransi dibayar dimuka



Beban sewa dibayar dimuka



Peralatan



Tanah



Gedung



Kendaraan



Mesin



Utang usaha



Utang wesel



Utang obligasi



Modal pemilik

50.000.000

Laba ditahan



Prive



Dividen



Pendapatan



Beban gaji



Beban sewa



Beban bahan habis pakai (perlengkapan)



Beban Utilitas



Beban lain-lain



SALDO
50.000.000
50.000.000


Tidak ada komentar:

Posting Komentar