Halaman

Jumat, 19 Oktober 2012

tugas ekonomi industri



PERSAINGAN RESTORAN CEPAT SAJI DI INDONESIA
 
Di kota-kota besar di Indonesia semakin banyak kita jumpai restoran cepat saji yang bermerek asing, seperti McDonald, Kentucky Fried Chicken (KFC), Texas Chicken, A&W, Hoka-hoka Bento dan Arbys. Berkembangnya restoran cepat saji di Indonesia karena banyak keluarga memanfaatkan makan bersama di luar sebagai tempat rekreasi. Oleh karena itu restoran cepat saji banyak membidik target pasarnya kalangan keluarga.

            Selain itu restoran cepat saji merupakan suatu tren yang disambut oleh semua kalangan. Pertanyaannya adalah bagaimana para pelaku usaha mensiasati persaingan di antara restoran cepat saji tersebut, mengingat pendirian restoran cepat saji bermerek asing tersebut membutuhkan modal yang besar?

Bersaing dalam memasarkan produk

Restoran cepat saji umumnya restoran yang sudah punya nama secara internasional, yang diperoleh melalui sistem waralaba. Si penerima waralaba memperoleh izin memakai sistem waralaba pemberi waralaba dengan membayar sejumlah royalti dan fee.

Dengan pembayaran royalti dan fee setiap penerima waralaba diizinkan menjalankan suatu manajemen dan mengoperasionalkan suatu know how dari pemberi waralaba. Dengan demikian setiap penerima waralaba harus menjaga know how, kualitas dan nama baik pemberi waralaba. Dengan sistem waralaba inilah sejumlah restoran cepat saji asing semakin banyak memasuki pasar domestik. Oleh karena itu persaingan pada restoran cepat saji semakin ketat, walaupun di antara restoran cepat saji tersebut tidak dapat dikatakan suatu pasar yang sama, tetapi persaingan di antara mereka terjadi, karena memperebutkan konsumen yang sama, yaitu keluarga dan semua kalangan.
 
           Jadi, persaingan restoran cepat saji lebih dikonsentrasikan kepada pemasaran produknya, sehingga konsumen tertarik untuk makan di restoran cepat saji yang ditawarkan. Misalnya dengan penjualan suatu makanan berbentuk suatu paket dan ditambah dengan hadiah mainan anak-anak, seperti McKids, McGame.
Hal semacam itu akan lebih menarik para keluarga untuk membawa anak-anaknya ke suatu restoran cepat saji. Selain menikmati makanannya sekaligus merupakan suatu rekreasi.

            Misalnya, McDonald yang masuk ke Indonesia pada 1991 sampai pada 2001 sudah mempunyai sekitar 100 gerai dengan omzet pada 2001 mencapai Rp 800 miliar. Keuntungan sekitar Rp 160 miliar hingga Rp 240 miliar. Dan pada 2002 ini rencananya akan dibuka 20 gerai lagi. Selain sistem pemasaran yang menarik, McDonald juga menyediakan suatu tempat untuk merayakan ulang tahun bagi anak-anak.

Sukses

Jika dibandingkan dengan Texas Chicken Indonesia yang lebih dulu masuk ke Indonesia pada 1983 yang membidik pasar menengah, maka McDonald boleh dikatakan restoran cepat saji yang sukses. Texas hanya mempunyai 66 gerai dengan total karyawan 1.700 orang. Dengan penjualan total diperkirakan saat ini kira-kira Rp 6,6 miliar sampai Rp 13,2 miliar.
Kentucky Fried Chicken (KFC) yang juga membidik pasar menengah ke atas hingga pertengahan April 2002 jumlah gerainya mencapai 176 buah. Pada 2000 misalnya dengan jumlah gerai 164 KFC membukukan penjualan Rp. 419 miliar dan laba bersih Rp 20 miliar.

Untuk meningkatkan omzet penjualannya KFC meningkatkan pelayanan melalui pelayanan pesanan antar, pelayanan catering, menyediakan paket perayaan ulang tahun dan paket add on.

Jadi, persaingan restoran cepat saji ada dalam kualitas produk, pelayanan dan sistem pemasaran yang menarik konsumen. Sekali reputasinya tercela, maka restoran cepat saji akan mengalami penurunan pengunjung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar