PERSAINGAN RESTORAN CEPAT SAJI DI INDONESIA
Di
kota-kota besar di Indonesia semakin banyak kita jumpai restoran cepat saji
yang bermerek asing, seperti McDonald, Kentucky Fried Chicken (KFC), Texas
Chicken, A&W, Hoka-hoka Bento dan Arbys. Berkembangnya restoran cepat saji
di Indonesia karena banyak keluarga memanfaatkan makan bersama di luar sebagai
tempat rekreasi. Oleh karena itu restoran cepat saji banyak membidik target
pasarnya kalangan keluarga.
Selain itu restoran cepat saji merupakan suatu tren yang disambut oleh semua kalangan. Pertanyaannya adalah bagaimana para pelaku usaha mensiasati persaingan di antara restoran cepat saji tersebut, mengingat pendirian restoran cepat saji bermerek asing tersebut membutuhkan modal yang besar?
Bersaing dalam memasarkan produk
Restoran
cepat saji umumnya restoran yang sudah punya nama secara internasional, yang
diperoleh melalui sistem waralaba. Si penerima waralaba memperoleh izin memakai
sistem waralaba pemberi waralaba dengan membayar sejumlah royalti dan fee.
Dengan
pembayaran royalti dan fee setiap penerima waralaba diizinkan menjalankan suatu
manajemen dan mengoperasionalkan suatu know how dari pemberi waralaba. Dengan
demikian setiap penerima waralaba harus menjaga know how, kualitas dan nama
baik pemberi waralaba. Dengan sistem waralaba inilah sejumlah restoran cepat
saji asing semakin banyak memasuki pasar domestik. Oleh karena itu persaingan
pada restoran cepat saji semakin ketat, walaupun di antara restoran cepat saji
tersebut tidak dapat dikatakan suatu pasar yang sama, tetapi persaingan di
antara mereka terjadi, karena memperebutkan konsumen yang sama, yaitu keluarga
dan semua kalangan.
Jadi, persaingan restoran cepat saji lebih dikonsentrasikan kepada pemasaran produknya, sehingga konsumen tertarik untuk makan di restoran cepat saji yang ditawarkan. Misalnya dengan penjualan suatu makanan berbentuk suatu paket dan ditambah dengan hadiah mainan anak-anak, seperti McKids, McGame.
Hal semacam itu akan lebih menarik para keluarga untuk membawa anak-anaknya ke suatu restoran cepat saji. Selain menikmati makanannya sekaligus merupakan suatu rekreasi.
Misalnya, McDonald yang masuk ke Indonesia pada 1991 sampai pada 2001 sudah mempunyai sekitar 100 gerai dengan omzet pada 2001 mencapai Rp 800 miliar. Keuntungan sekitar Rp 160 miliar hingga Rp 240 miliar. Dan pada 2002 ini rencananya akan dibuka 20 gerai lagi. Selain sistem pemasaran yang menarik, McDonald juga menyediakan suatu tempat untuk merayakan ulang tahun bagi anak-anak.
Sukses
Jika
dibandingkan dengan Texas Chicken Indonesia yang lebih dulu masuk ke Indonesia
pada 1983 yang membidik pasar menengah, maka McDonald boleh dikatakan restoran
cepat saji yang sukses. Texas hanya mempunyai 66 gerai dengan total karyawan
1.700 orang. Dengan penjualan total diperkirakan saat ini kira-kira Rp 6,6
miliar sampai Rp 13,2 miliar.
Kentucky
Fried Chicken (KFC) yang juga membidik pasar menengah ke atas hingga pertengahan
April 2002 jumlah gerainya mencapai 176 buah. Pada 2000 misalnya dengan jumlah
gerai 164 KFC membukukan penjualan Rp. 419 miliar dan laba bersih Rp 20 miliar.
Untuk
meningkatkan omzet penjualannya KFC meningkatkan pelayanan melalui pelayanan pesanan
antar, pelayanan catering, menyediakan paket perayaan ulang tahun dan paket add
on.
Jadi, persaingan restoran cepat
saji ada dalam kualitas produk, pelayanan dan sistem pemasaran yang menarik
konsumen. Sekali reputasinya tercela, maka restoran cepat saji akan mengalami
penurunan pengunjung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar