Halaman

Minggu, 30 September 2012

tugas tsunami dam


Tsunami Dam

            Tsunami dam menceritakan tentang pembuatan dam di daerah Roma. Dam ini diberi nama “         DAM VAJONT “. Didirikan di sebuah desa dengan penduduk relatif miskin dan mempunyai konsisi alam yang labil, struktur ggeologi yang kurang mendukung dan berdekatan dengan gunung yang masih aktif.
           
Pembangunan dam ini bertujuan untuk menyediakan listrik bagi penduduk. Awal mula pembangunan dam ini berjalan dengan lancar. Segala sesuatu sesuai perhitungan para arsitek – arsitek yang handal. Pembangunan terus berjalan dan hampir terselesaikan. Pada tahap penyelesaian itulah muncul gejala – gejala alam yang meresahkan penduduk desa. Gempa dan tanah longsor yang rutin tejadi menimbulkan tanda tanya dan keraguan atas pembangunan dam tersebut.

Namun hal ini bukan menjadi halangan para kontraktor untuk segera menyelesaikan dam ini. Gejala – gejala alam ini juga dipantau dan diteliti, apakah nantinya akan berdampak unuk masa yang akan datang.

Awal pambangunan dam ini sebelumnya juga sudah menuai pertentangan dari para penduduk. Menurut mereka pembangunan dam ini hanya akan merugikan. Sebab setelah pembuatan dam ini selesai wilayah desa mereka akan tergenangi oleh air danau. Sehingga mereka harus merelakan tempat tinggalnya hancur demi kepentingan yang lebih besar.

Hasil riset dari gejala ini sangat mengejutkan, jika pembangunan ini tetap dilanjutkan maka akan terjadi bencana tanah longsor yang sangat besar. Dan banjir akibat kerusakan alam ini. Merasa dirugikan atas riset ini, para kontraktor berusaha menyamarkan informasi ini dan berharap pembangunan dam cepat selesai dan meraup keuntungan yang besar.

Pihak kementerian yang tidak mengetahui hasil riset ini lantas memberikan izin untuk melanjutkan pembangunan dam ini. Beberapa waktu kemudian dam ini telah selesai dikerjakan dan tidak ada gejala – gejala yang nampak pada awal – awal setelah pembangunan selesai. Namun setelah dam terisi penuh oleh air, terjadi gempa akibat longsornya tanah penyangga dam. Air yang terisi meluap dan menggenangi 5 desa dan menewaskan ribuan penduduk desa.

Pihak – pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan dam ini akhirnya ditangkap dan diadili. Mereka harus menerima sanksi yang pantas atas apa yang sudah mereka perbuat.




Permasalahan Etika

          Pada cerita diatas dapat ditangkap pelanggaran etika dalam berbisnis yang begitu dominan dan pelanggaran – pelanggaran tersebut antara lain :

1.      Pelanggaran terhadap etika lingkungan, terlihat dalam pembangunan dam yang merusak alam dan mengakibatkan gempa, tanah longsor.
2.      Tidak memperdulikan hak – hak penduduk miskin dan memberikan kerugian pada mereka.
3.      Komitmen moral seseorang terhadap profesinya terlalu rendah. Mereka lebih mementingkan urusan pribadi tanpa berusaha melindungi penduduk dari kemungkinan dirugikan oleh kaum profesional. Dan tidak melihat dampak yang akan ditimbulkan di masa depan.
4.      Prinsip kejujuran dalam berbisnis tidak diterapkan, sehingga merugikan stakeholders dan menimbulkan dampak negatif yang besar.
5.      Dalam berbisnis lebih mementingkan sifat egoisme dan kepentingan pribadi.


Solusi Etika

            Penerapan etika sangat diperlukan sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis secara baik dan benar. Berikut pemecahan masalah pada kasus di atas :

1.      Sebelum melakukan bisnis diharapkan dapat menganalisis berbagai dampak yang akan ditimbulkan. Terutama dampak terhadap masyarakat dan lingkungan atau alam.
2.      Selalu mengutamakan kepentingan seluruh pihak, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan terutama pihak yang kecil dan lemah.
3.      Menerapkan dan meningkatkan komitmen moral serta menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan. Agar tidak ada pihak yang dirugikan.


Beberapa solusi di atas diharapkan mampu mengatasi masalah pelanggaran – pelanggaran pada kasus di atas. Dan diharapkan pada semua pihak untuk menjunjung tinggi penerapan etika yang baik dan benar dalam berbisnis.
      

             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar