Tsunami Dam
Tsunami dam menceritakan
tentang pembuatan dam di daerah Roma. Dam ini diberi nama “ DAM VAJONT “. Didirikan di sebuah desa
dengan penduduk relatif miskin dan mempunyai konsisi alam yang labil, struktur
ggeologi yang kurang mendukung dan berdekatan dengan gunung yang masih aktif.
Pembangunan dam ini bertujuan untuk menyediakan
listrik bagi penduduk. Awal mula pembangunan dam ini berjalan dengan lancar.
Segala sesuatu sesuai perhitungan para arsitek – arsitek yang handal.
Pembangunan terus berjalan dan hampir terselesaikan. Pada tahap penyelesaian
itulah muncul gejala – gejala alam yang meresahkan penduduk desa. Gempa dan
tanah longsor yang rutin tejadi menimbulkan tanda tanya dan keraguan atas
pembangunan dam tersebut.
Namun hal ini bukan menjadi halangan para
kontraktor untuk segera menyelesaikan dam ini. Gejala – gejala alam ini juga
dipantau dan diteliti, apakah nantinya akan berdampak unuk masa yang akan
datang.
Awal pambangunan dam ini sebelumnya juga sudah
menuai pertentangan dari para penduduk. Menurut mereka pembangunan dam ini
hanya akan merugikan. Sebab setelah pembuatan dam ini selesai wilayah desa
mereka akan tergenangi oleh air danau. Sehingga mereka harus merelakan tempat
tinggalnya hancur demi kepentingan yang lebih besar.
Hasil riset dari gejala ini sangat mengejutkan,
jika pembangunan ini tetap dilanjutkan maka akan terjadi bencana tanah longsor
yang sangat besar. Dan banjir akibat kerusakan alam ini. Merasa dirugikan atas
riset ini, para kontraktor berusaha menyamarkan informasi ini dan berharap
pembangunan dam cepat selesai dan meraup keuntungan yang besar.
Pihak kementerian yang tidak mengetahui hasil
riset ini lantas memberikan izin untuk melanjutkan pembangunan dam ini.
Beberapa waktu kemudian dam ini telah selesai dikerjakan dan tidak ada gejala –
gejala yang nampak pada awal – awal setelah pembangunan selesai. Namun setelah
dam terisi penuh oleh air, terjadi gempa akibat longsornya tanah penyangga dam.
Air yang terisi meluap dan menggenangi 5 desa dan menewaskan ribuan penduduk
desa.
Pihak – pihak yang bertanggung jawab atas
pembangunan dam ini akhirnya ditangkap dan diadili. Mereka harus menerima
sanksi yang pantas atas apa yang sudah mereka perbuat.
Permasalahan Etika
Pada cerita diatas dapat ditangkap pelanggaran
etika dalam berbisnis yang begitu dominan dan pelanggaran – pelanggaran
tersebut antara lain :
1. Pelanggaran terhadap etika lingkungan, terlihat
dalam pembangunan dam yang merusak alam dan mengakibatkan gempa, tanah longsor.
2. Tidak memperdulikan hak – hak penduduk miskin dan
memberikan kerugian pada mereka.
3. Komitmen moral seseorang terhadap profesinya
terlalu rendah. Mereka lebih mementingkan urusan pribadi tanpa berusaha
melindungi penduduk dari kemungkinan dirugikan oleh kaum profesional. Dan tidak
melihat dampak yang akan ditimbulkan di masa depan.
4. Prinsip kejujuran dalam berbisnis tidak
diterapkan, sehingga merugikan stakeholders dan menimbulkan dampak
negatif yang besar.
5. Dalam berbisnis lebih mementingkan sifat egoisme
dan kepentingan pribadi.
Solusi Etika
Penerapan etika sangat
diperlukan sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis secara baik dan benar.
Berikut pemecahan masalah pada kasus di atas :
1. Sebelum melakukan bisnis diharapkan dapat
menganalisis berbagai dampak yang akan ditimbulkan. Terutama dampak terhadap
masyarakat dan lingkungan atau alam.
2. Selalu mengutamakan kepentingan seluruh pihak,
sehingga tidak ada pihak yang dirugikan terutama pihak yang kecil dan lemah.
3. Menerapkan dan meningkatkan komitmen moral serta
menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan. Agar tidak ada pihak yang
dirugikan.
Beberapa solusi di atas diharapkan mampu mengatasi
masalah pelanggaran – pelanggaran pada kasus di atas. Dan diharapkan pada semua
pihak untuk menjunjung tinggi penerapan etika yang baik dan benar dalam
berbisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar